Strings Attached dari Shadow Puppets Quartet

Sebuah konser yang juga menandai peluncuran album kedua digelar Shadow Puppets Quartet (SPQ) pertengahan Juni lalu. Konser bertajuk “Strings Attached Concert Series” ini diambil dari judul album mereka, “String Attached”, yang sesuai namanya, maka dalam album ini mereka menggandeng empat musisi pendukung dalam format kuartet gesek.

Konser yang menjadi bagian dari Jakarta Anniversary Festival yang digelar Gedung Kesenian Jakarta ini sendiri terdiri dari dua sesi dengan format yang berbeda. Sesi pertama berupa double quartet (jazz quartet & strings quartet) sedang di sesi kedua SPQ yang terdiri dari Irsa Destiwi (piano), Robert Mulyarahardja (gitar), Indrawan Tjhin (contrabass), dan Yusuf Shandy Satya (drum) ini tampil dalam format original mereka, yaitu sebagai jazz quartet.

Saat tampil dalam format double quartet di sesi pertama, SPQ memainkan empat kompisisi baru dari album kedua. Mereka dibantu oleh String Quartet yang terdiri dari Fafan Isfandiar pada Violin 1, Alvin Witarsa pada Violin 2, Yulianto Endarmawan pada Viola, dan Santoso Nurhairani pada Cello. Kolaborasi yang menawan yang membuat penonton terdiam, hanyut dalam alunan nada sepanjang permainan musik mereka dan langsung mengundang tepuk tangan begitu komposisi usai dimainkan.

Komposisi ciptaan Irsa, Three House yang bernuansa lembut dan manis membuka pertunjukkan. Usai nomor pembuka, Irsa yang menjadi juru bicara SPQ menyapa penonton dan berbincang sedikit perihal komposisi yang mereka mainkan. Lalu komposisi kedua yang ditulis Shandy Satya berjudul Our Own Little World mengalun, sebuah komposisi yang terdengar unik dan asik. Disusul Pulang, komposisi milik Indrawan. Ia menulis kompisisi ini ketika sedang bersekolah di Belanda dan merindukan kampung halamannya. Juwita, komposisi indah milik Robert menjadi penutup sesi pertama.

Semua komposisi dalam album String Attached yang dimainkan dalam format double quartet ini pernah dibawakan dan direkam secara live pada konser mereka di Birdcage Gastro Boutique Parlour, November tahun lalu. Rekaman ini yang kemudian diluncurkan malam itu sebagai album kedua. Sebuah langkah berani dari salah satu kelompok musik jazz dengan skill dan kemampuan mencipta komposisi yang baik, yang perlu diacungi jempol.

Di sesi kedua SPQ tampil dalam format orisinil mereka sebagai kuartet jazz. Errands to Run, kompisisi milik Irsa menjadi nomor pembuka. Komposisi ini diambil dari album pertama mereka, Extended Play, yang malam itu di arrange ulang. Disusul dengan Sushi & Philosophy yang digubah Shandy. Sebuah nomor yang terasa dinamis dan terdengar menyenangkan. Komposisi lain milik Irsa berjudul 21-41 yang lembut menjadi nomor ketiga yang dimainkan. Irsa menjelaskan judul 21-41 tidak memiliki arti karena hanya merujuk pada waktu ketika komposisi ini selesai dibuat. Komposisi milik Robert berjudul Klangenfarben menutup sesi kedua sekaligus keseluruhan konser malam itu dengan indah.

Usai menerima karangan bunga dan piagam penghargaan dari Gedung Kesenian Jakarta, SPQ berpamitan. Namun penonton masih bertepuk tangan dan meminta tambahan lagu. Akhirnya mereka berempat kembali ke atas panggung, dan memainkan nomor tambahan. Komposisi milik Robert berjudul Yusuf Hamdani dari album pertama yang ditampilkan kembali dalam album kedua dengan aransemen baru menjadi pilihan mereka. Nomor ini benar-benar menutup konser mereka malam itu.

 

~ by anita dhewy on July 25, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 213 other followers